Transient Ischemic Attack (TIA)
Sebuah TIA mirip dengan stroke, tetapi gangguan aliran darah bersifat sementara. Bekuan menyelesaikan secara sporadis. Gejala tersebut relatif sama dengan stroke tapi terakhir kurang dari 24 jam, sedangkan gejala stroke bertahan selama lebih dari 24 jam.Penyebab Stroke
Patofisiologi utama stoke adalah jantung yang mendasarinya atau penyakit pembuluh darah. Manifestasi sekunder di otak adalah hasil dari satu atau lebih penyakit yang mendasari atau faktor risiko. Patologi utama termasuk hipertensi, aterosklerosis menyebabkan penyakit arteri koroner, dislipidemia, penyakit jantung, dan hiperlipidemia. Kedua jenis stroke yang dihasilkan dari kondisi penyakit ini adalah stroke iskemik dan hemoragik.Faktor Risiko Non-reducable
1. Kemungkinan patofisiologi stroke terjadi meningkat dengan usia. Untuk setiap dekade (10 tahun) di atas usia 55, kemungkinan stroke terjadi ganda. Seorang pasien yang 75 tahun memiliki empat kali risiko mengalami stroke dibandingkan dengan seseorang yang berusia 55 tahun. Dari semua stroke yang terjadi pada orang, sekitar 65% terjadi pada mereka yang berusia di atas 65.2. Mereka yang telah mengalami stroke atau TIA lebih mungkin untuk mengalami stroke lain atau transient ischemic attack. Sekitar 60% dari stroke terjadi pada pasien yang telah mengalami TIA sebelumnya.
3. Stroke umumnya terjadi lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, sampai usia 55; setelah usia 55 risikonya adalah sama untuk pria dan wanita.
4. Terjadinya stroke lebih tinggi pada populasi Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia-Pasifik Kepulauan daripada di latar belakang etnis lainnya.
5. Pasien yang memiliki anggota keluarga dekat (ibu, ayah, atau saudara) yang telah mengalami stroke atau TIA berada pada risiko lebih besar untuk mengalami stroke atau TIA dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan peristiwa ini.
6. Orang yang memiliki diabetes juga berisiko lebih besar terkena stroke bahwa mereka yang tidak diabetes.
Faktor Risiko Reducable
1. Menurunkan tekanan darah tinggi Anda. Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah nomor satu faktor risiko yang paling dapat diobati untuk stroke. Anda dapat membantu mencegah TIA atau stroke cukup dengan bekerja untuk menurunkan tekanan darah Anda.2. Menurunkan kadar kolesterol dapat menurunkan risiko stroke. Dengan bekerja untuk menurunkan kolesterol Anda, Anda dapat membantu mencegah TIA atau stroke.
3. Berhenti merokok. Jika Anda berhenti merokok, Anda dapat mengurangi risiko Anda untuk stroke untuk yang dari non-perokok dalam waktu dua sampai lima tahun.
4. Manajemen penyakit jantung dan diabetes juga dapat membantu untuk mengurangi risiko stroke.
Dan untuk informasi tambahan baca juga askep stroke atau Stroke Non Hemoragik Dan Kesimpulan semoga bisa bermanfaat
0 Komentar
Penulisan markup di komentar